Mengapa Indonesia Sulit Terapkan Sistem Pendidikan Sesuai UNESCO?

By Everd Roy Muhea 28 Sep 2016, 01:27:52 WIB

Berita Terkait

Mengapa Indonesia Sulit Terapkan Sistem Pendidikan Sesuai UNESCO?

"Dalam rekomendasi perlu hand to hand, kerjasama antarnegara. Indonesia sebaiknya juga sharing dengan negara tetangga. Kita punya tetangga yang maju betul pendidikannya, juga punya negara yang dibawah kita, itu semua kita perlu sharing bersama," ucap dia.

Ananto menjelaskan angka partisipasi pendidikan tingkat SD dan SMP di Indonesia belum mencapai 100 persen. Itu menunjukkan, sangat sedikit anak yang belum mendapat akses pendidikan.

"Pendidikan menengah sedang ditargetkan 2030 seluruh dunia diharapkan anak-anak sudah lulus SMA. Partisipasi Indonesia yang sekarang itu (SMP dan SMA) baru 76 persen," terang dia.

"Berarti pekerjaan rumah kita untuk angkat ke lulusan SMP dan SMA. Pak Jokowi bagus punya policy wajib belajar 12 tahun," sambung dia.

Ananto menyebut tak hanya kebijakan wajib belajar 12 tahun, Jokowi juga sudah berusaha mengatasi masalah dana pendidikan dengan mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar.

"Untuk infrastruktur, kita terus bangun Sekolah Garis Depan khususnya di remote area dan guru-gurunya ada yang disiapkan untuk mengajar di daerah 3T (SM3T). Sayangnya, Kemdikbud enggak urusin infrastruktur, tentu kami terus koordinasi," ucap Ananto.

"Lalu ICT (Information and Communications Technology), koneksi anak-anak kuncinya dengan ICT. Untuk itu kami bertujuan layanan pendidikan ke depannya bisa berbasis ICT," tandasnya.

Indonesia merupakan negara pertama yang menjadi pilihan UNESCO untuk melaporkan pendidikan global. Ketiga negara lainnya adalah Inggris, Rwanda, dan Kolumbia.

Hadir pula dalam acara ini Mendikbud Muhadjir Effendy, Direktur dan perwakilan UNESCO Jakarta Dr Shahbaz Khan, Analis Kebijakan Senior Laporan GEM Dr Manos Antonius, dan Kepala Biro Pelayanan

Video Terkait: