Mengapa Indonesia Sulit Terapkan Sistem Pendidikan Sesuai UNESCO?

By Everd Roy Muhea 28 Sep 2016, 01:27:52 WIB

Berita Terkait

Mengapa Indonesia Sulit Terapkan Sistem Pendidikan Sesuai UNESCO?

Indonesia memiliki program yang sesuai dengan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Program itu adalah Sustanaible Development Goals (SDG) yang merupakan rancangan pendidikan yang terdiri dari 15 pencapaian selama 15 tahun.

Salah satu program SDG ini adalah wajib berajar 12 tahun.

"Untuk tamat SMA di Indonesia butuh waktu sampai tahun 2084, SDG ini jadi komitmen bersama bagaimana cara yang bisa mempercepat sampai 2030," ungkap Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud Ananto Kusuma Seta di Kantor Kemendikbud Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Menurut Ananto sulit mencapai target itu karena terbentur dana pendidikan. Bukan hanya Indonesia, Ananto menyebut cukup banyak negara yang minim untuk mengalokasikan dana pendidikan.

"Kedua urusan perang, anak-anak pengungsian menjadi pekerjaan rumah tersendiri. 58 juta anak terlantar tidak dapat pendidikan, 200 juta anak tidak dapat pendidikan. Ini persoalan yang luar biasa dihadapi global," paparnya.

Laporan dari UNESCO ini, kata Ananto, menjadi refleksi bagi masing-masing negara untuk memperbaiki dirinya. Tak hanya itu, laporan ini juga akan dijadikan sebagai referensi pendidikan.

"Kedua, report ini akan dijadikan sebagai reference in line dengan national policy (kebijakan nasional) di negara-negara. Diketok palu 2015 ini report pertama. Jadi in line antar national policy (kebijakan nasional) dan global policy (kebijakan global) harus menyatu," ujar Ananto.

Lebih jauh, ia menjabarkan kalau masalah pendidikan ini bukan hanya urusan satu negara, tapi juga seluruh dunia.


Video Terkait: