Budaya Suku Padoe

By Everd Roy Muhea 28 Sep 2016, 09:21:30 WIBSeni & Budaya
Budaya Suku Padoe

Suku Padoe (To Padoe), adalah suku berdiam di daerah kabupaten Luwu Timur provinsi Sulawesi Selatan. Suku Padoe tersebar di Wasuponda dan Sorowako. Mereka banyak terdapat di daerah pegunungan dan lembah di Luwu Timur. Populasi suku Padoe diperkirakan sekitar 18.000 orang.

Asal-muasal

Suku Padoe mendiami daerah ini diperkirakan sejak abad XIV, yang bermigrasi dari daerah Sulawesi Tengah dan menetap di daerah pegunungan dan lembah di daerah Luwu Timur Sulawesi Selatan. Saat ini orang Padoe lebih banyak bermukim di Wasuponda. Dalam bahasa setempat istilah "Padoe" berarti "orang jauh". Di Luwu Timur mereka menjadi salah satu bagian dari 12 anak suku di bawah pemerintahan Kedatuan Luwu (Kerajaan Luwu).

Dari cerita rakyat bahwa suku Padoe ini berasal dari suku bangsa Lili To Padoe Bangkano Kalende, yang terbagi menjadi 4 suku, yaitu, Padoe, Lasaelawali, Kinadu dan Konde. Padoe sekarang bertempat tinggal di daerah Matompi, Wawondula, Lioka, Tabarano, Tawaki, Tetenona dan Kawata.

Beberapa cerita rakyat tentang banyaknya para Pongkiari (ahli perang) dari suku Padoe pada masa lalu, membuat Datu Luwu memberikan penghormatan tersendiri kepada para Pongkiari dan seluruh suku Padoe. Karenanya, apabila pemimpin Kedatuan Luwu menggelar sebuah hajatan, selalu mempersiapkan tempat khusus untuk orang-orang Padoe dan suku Padoe tidak diminta memberikan upeti kepada Datu Luwu. Cerita rakyat tentang kehebatan Pongkiari ini, konon danau Matano, danau Mahalona dan danau Towuti terbentuk karena pertempuran para Pongkiari. Begitu dahsyatnya pertempuran itu, membuat terciptanya kubangan yang sangat luas dan dalam sehingga membentuk sebuah danau. Namun seiring perkembangan zaman, eksistensi Pongkiari berangsur-angsur hilang

Video Terkait: